|
Paolo Rossi: Kedua Tim Sama Kuat
Selasa, 04 Juli 2006 | 15:57 WIB
TEMPO Interaktif, Berlin: Siapa tak kenal Paolo Rossi, ia dianggap sebagai pahlawan "Gli Azzuri" di Piala Dunia tahun 1982, Spanyol. Ketika itu Rossi mencetak 6 gol, yang membuatnya sebagai pencetak gol terbanyak.
Lewat keperkasaan kakinya, pria berusia 50 tahun ini waktu itu membawa Italia membenamkan dua raksasa Amerika Latin, Brasil dan Argentina di babak kedua.
Memasuki partai semi final, Italia akan berhadapan dengan Jerman, Rabu (5/7). Berikut komentar Rossi yang kutip dari Situs FIFAWORLDCUP:
FIFA: Kubu Jerman ingin mendengar tanggapan Anda mengenai pertemuan antara Italia dan Jerman, Rabu nanti, bagaimana komentar Anda ?
Rossi: Kenapa mereka ingin mendengarkan. Saya kira pemain Jerman tidak mempunyai kenangan atas permainan saya (tersenyum).
FIFA: Negara Anda akan bertemu Jerman, bisa Anda terangkan kenangan di Piala Dunia 1982 dan perbedaan partai itu dengan partai Kamis besok?
Rossi: Saya mempunyai pengalaman fantastis mengenai hal ini. Kubu Jerman tidak akan melupakan kemenangan Italia di Spanyol. Kami bermain dengan pemain-pemain legendaris dunia seperti Karl Heinz Rummenige, Hans Peter Briegel, Foster Bersaudara, Horst Hrubesch, Pierre Litbarski, Hansi Muller dan yang lainnya. Partai nanti (Jerman kontra Italia) mungkin akan sama seperti semi final 1970.
Perbedaannya kami lebih diunggulkan di Madrid ketika itu. Setelah menundukkan Argentina, Brasil dan Polandia, kami merasa di atas angin. Partai Kamis nanti Jerman diuntungkan bermain di kandang sendiri. Tapi dari segi kekuatan kedua tim berimbang.
Jerman mempunyai lini pemain yang sama dengan Italia ketika dipimpin Enzo Bearzot. Permainan Miroslav Klose dan Lukas Podolski sama dengan tipikal permainan Franceso Graziani dan saya. Marcello Lippi selalu bermain dengan formasi lain ketika berhadapan dengan lawan yang lain.
FIFA: Siapa yang Anda unggulkan Jerman atau Italia?
Rossi: Kedua tim sama kuat. Tidak masalah siapa yang dihadapi Italia. Jika Anda ingin menang maka Anda harus mengalahkan tim terbaik.
FIFA: Komentar Anda mengenai tersingkirnya Brasil?
Rossi: Brasil adalah tim yang kuat pada tahun 1982. Tidak ada yang bisa mematahkan kemampuan mereka ketika itu. Brasil mempunyai talenta pemain hebat.
FIFA: Siapa menurut Anda yang akan mendapatkan predikat pemain terbaik versi Gillette, Podolski atau Cristiano Ronaldo ?
Rossi: Susah untuk ditebak. Mereka berdua pemain yang bagus tapi berbeda dalam hal permainan. Tapi saya lebih memilih Podolski, permainannya mengingatkan saya, walaupun permainan Ronaldo juga tidak jelek.
FIFA: Pendapat Anda sebagai peraih sepatu emas mengenai Miroslav Klose, apakah Anda melihat permainannya akan membahayakan kubu Italia?
Rossi: Klose merupakan pemain penyerang yang hebat. Dia selalu ada pada waktu yang tepat. Pertahanan Italia akan dicoba. Permainannya mungkin sedikit sama dengan saya, walaupun mempunyai kemampuan berbeda. Klose bagus dalam permainan bola-bola atas.
FIFAWORLDCUP | BAGUS
INDEKS BERITA LAINNYA :
|