|
Swiss Menghantui Mimpi Domenech
Rabu, 24 Mei 2006 | 16:49 WIB
TEMPO Interaktif, Paris: Pelatih tim nasional Prancis, Raymond Domenech, mengaku bahwa Swiss menghantuinya. Bersama Korea Selatan dan Togo, Prancis dan Swiss tergabung dalam grup G di Jerman nanti. Swiss akan menjadi lawan pertama Prancis pada partai pertama di Stuttgart, 13 Juni.
"Saya benar-benar tak suka harus berhadapan dengan Swiss," kata Domenech di kamp latihan di Tignes, dekat Pegunungan Alpen, Prancis, kemarin. "Semua orang khawatir dengan pertandingan ini."
Hubungan kedua tim itu memang unik. Prancis dan Swiss berada dalam satu grup pada kualifikasi zona Eropa. Kemudian, undian juga mengharuskan mereka kembali satu grup. Pada kualifikasi, Prancis hanya bermain imbang 0-0 dengan Swiss di Stade de France, Paris, kemudian seri 1-1 di Bern, Swiss.
Pengalaman dua kali menghadapi Negeri Palang Merah itu membuat Domenech trauma. "Saya memang memimpikan partai 9 Juli (pertandingan final Piala Dunia), tapi Swiss membuat saya harus bermimpi buruk. Percayalah, menghadapi Korea Selatan dan Togo akan lebih mudah bagi kami."
Menurut Domenech, Prancis dan Swiss sudah saling mengetahui kekuatan masing-masing. "Mereka tahu cara untuk mengalahkan kami, kami pun tahu cara untuk mengalahkan mereka."
Pada dua pertemuan sebelumnya, teknik tinggi yang dipunyai Zinedine Zidane dan kawan-kawan dapat diimbangi dengan baik oleh kebugaran dan kecepatan pemain Swiss. Salah satu kunci kekuatan Prancis adalah barisan pemain mudanya yang dipimpin stopper Arsenal, Philippe Senderos.
Selama lima hari mulai awal pekan ini, para pemain Prancis dikumpulkan di daerah wisata Tignes. Mereka dipersilakan membawa keluarga masing-masing. Setelah itu, akhir pekan nanti Les Bleus--julukan Prancis--kembali ke Paris untuk beruji coba melawan Meksiko.
"Ada dua hal yang harus kami lakukan di Tignes," kata Domenech. "Pertama, para pemain saling mengenal rekan-rekannya. Kedua, belajar untuk hidup bersama."
Setelah menggondol gelar juara dunia 1998 dan Piala Eropa 2000, Prancis gagal total pada Piala Dunia 2002 dan Piala Eropa 2004. Itu membuat tekanan tersendiri kepada Domenech dan anak buahnya.
Tulisan-tulisan pers yang tajam membuat hubungan Domenech dengan para kuli tinta memburuk. Itu masalah psikologis lain yang harus dihadapi Domenech, selain bermimpi buruk tentang Swiss.
AFP | ANDY M
INDEKS BERITA LAINNYA :
|